Batik Nusantara Yang Mendunia

Kain Batik Yang Mendunia

Di sebagian masyarakat Indonesia, batik merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Membatik dilakukan di berbagai bidang sejak kecil hingga dewasa. Sejak bayi digendong dengan kain batik, adat perkawinannya adalah memakai kain batik, sampai saat seseorang meninggal umumnya ditutup dengan kain batik.

Batik bukan hanya sekedar gambar di selembar kain. Apalagi batik merupakan jiwa yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi perhatian United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam Sidang ke-4 Intergovernmental Committee (Fourth Session of The Intergovernmental Committee) Intangible Cultural Heritage yang diadakan di Abu Dhabi yang memberikan pengakuan internasional: Batik Indonesia. sebagai Warisan Manusia untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Hal ini kemudian dituangkan dalam Perpres Nomor 33 Tahun 2009, sehingga setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional.

Selain itu, World Craft Council (WCC) juga telah menobatkan kota Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada tanggal 18 Oktober 2014 di Kota Dongyang, Republik Rakyat China (RRC).Jika dilihat dari tata bahasanya, kata “batik” berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “amba” yang artinya tulisan dan “nitik” yang artinya titik. titik, titik, titik. .

Membatik bukan sekedar gambaran sebuah motif pada sehelai kain, melainkan sebuah proses: melalui media canting dan cap. Bahkan Kepala Badan Ekonomi Kreatif saat itu, Triawan Munaf, pada Konferensi Pers Hari Batik Nasional 2019 dengan tegas mengatakan bahwa yang dicetak bukanlah batik.

Batik adalah batik tulis dan batik cap. Saat ini Indonesia sedang diserbu produk asing dengan tekstil bercorak batik, tetapi bukan batik murni.

Proses pewarnaan batik pada zaman dahulu masih menggunakan bahan-bahan alami yang bersumber dari daun, batang, dan akar berbagai jenis tumbuhan, seperti pohon nila, pohon soga tingi, kayu tegeran, kunyit, kemumba, dan akar mengkudu.


Komentar